Skrining Kesehatan Komunitas untuk Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular
DOI:
https://doi.org/10.70340/japamas.v5i2.691Kata Kunci:
skrining kesehatan, penyakit tidak menular, deteksi dini, edukasi kesehatan, risiko kardiovaskularAbstrak
Penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga deteksi dini berbasis komunitas penting, terutama pada kelompok dewasa dan lanjut usia yang belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi risiko metabolik dan kardiovaskular melalui skrining kesehatan terpadu serta memberikan edukasi individual berdasarkan hasil pemeriksaan. Program dilaksanakan di Kabupaten Kediri pada April 2026 dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Sasaran berasal dari keluarga binaan klinik komunitas, komunitas Hamba Tuhan, dan jemaat gereja. Skrining meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol total, dan asam urat, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi hasil, konseling individual, serta rekomendasi pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan bagi peserta dengan temuan abnormal. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, dan indikator ketercapaian target. Sebanyak 102 peserta mengikuti kegiatan sehingga mencapai 121,4% dari target awal. Pemeriksaan gula darah sewaktu menemukan 10,8% peserta pada kategori pradiabetes dan 2,9% pada kategori skrining diabetes. Kadar asam urat tinggi ditemukan pada 43,1% peserta, sedangkan 52,9% memiliki kolesterol total batas tinggi atau tinggi. Dari 101 peserta dengan klasifikasi tekanan darah lengkap, 94,1% berada pada kategori peningkatan tekanan darah, prahipertensi, atau hasil skrining hipertensi. Kegiatan mencapai cakupan skrining yang tinggi dan capaian peningkatan pemahaman masyarakat tentang deteksi gejala awal penyakit tidak menular. Skrining komunitas yang terintegrasi dengan edukasi individual bermanfaat untuk menemukan peserta yang memerlukan pemeriksaan konfirmasi dan mengarahkan konseling pencegahan, meskipun hasil skrining satu kali tidak dapat diperlakukan sebagai diagnosis klinis definitif.
Unduhan
Referensi
American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 2. Diagnosis and classification of diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Suppl. 1), S27–S49. https://doi.org/10.2337/dc26-S002
Arsyad, D. S., Westerink, J., Cramer, M. J., Ansar, J., Wahiduddin, Visseren, F. L. J., Doevendans, P. A., & Ansariadi. (2022). Modifiable risk factors in adults with and without prior cardiovascular disease: Findings from the Indonesian National Basic Health Research. BMC Public Health, 22, 660. https://doi.org/10.1186/s12889-022-13104-0
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia 2023 dalam angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Kurnia, E., Mahanani, S., Idris, D. N. T., & Kurniawati, F. (2022). Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa Melalui Pendidikan Kesehatan Tentang Pertolongan Pertama Pada Kasus Kegawatdaruratan Sehari-Hari. Pelita Abdi Masyarakat, 2(2), 99-103.
Ong, S. K., Lai, D. T. C., Wong, J. Y. Y., Si-Ramlee, K. A., Abdul Razak, L., Kassim, N., Kamis, Z., & Koh, D. (2017). Cross-sectional STEPwise Approach to Surveillance (STEPS) population survey of noncommunicable diseases (NCDs) and risk factors in Brunei Darussalam 2016. Asia Pacific Journal of Public Health, 29(8), 635–648. https://doi.org/10.1177/1010539517738072
Pardoel, Z. E., Reijneveld, S. A., Lensink, R., Widyaningsih, V., Probandari, A., Stein, C., Hoang, G. N., Koot, J. A. R., Fenenga, C. J., Postma, M., & Landsman, J. A. (2021). Core health-components, contextual factors and program elements of community-based interventions in Southeast Asia: A realist synthesis regarding hypertension and diabetes. BMC Public Health, 21, 1917. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11244-3
Siregar, K. N., Kurniawan, R., Baharuddin Nur, R. J., Nuridzin, D. Z., Handayani, Y., Retnowati, Rohjayanti, & Halim, L. (2021). Potentials of community-based early detection of cardiovascular disease risk during the COVID-19 pandemic. BMC Public Health, 21, 1308. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11384-6
Spaolonzi, N., Gupta, R., Sanchez-Samaniego, G., Chammartin, F., Carter, A. W., Tahirsylaj, T., Raeber, F., Mathulise, M., Kabi, T., Mokaeane, M., Maphenchane, M., Molulela, M., Khomolishoele, M., Mota, M., Masike, S., Bane, M., Sematle, M. P., Makabateng, R., Sa, L., Tlahali, M., & Labhardt, N. D. (2025). Costs and coverage of community health worker-led hypertension and diabetes screening in rural Lesotho (ComBaCaL): Cost-consequence analysis of a cohort study. The Lancet Primary Care. https://doi.org/10.1016/j.lanprc.2025.100034
World Health Organization. (2025a). Hypertension. World Health Organization.
World Health Organization. (2025b). Noncommunicable diseases. World Health Organization.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Srinalesti Mahanani, Kili Astarani, Selvia David Richard, Fidiana Kurniawati, Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani, Lorraine Shields, Lisa Bursch, Sungguh Manullang, Alejandra Arrogo, Wasyana Debora Aurelia Ayu, Sharon Rose, Ahmad Zururi, Ester Eliana, Yessi Putri Thalia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






