Penguatan Kapasitas Ekonomi Hijau dan Kewirausahaan Sosial melalui Pendampingan Komunitas Binaan di Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.70340/japamas.v5i1.184Keywords:
Ekonomi Hijau; Kewirausahaan Sosial; Pemberdayaan Komunitas; UMKM; KeberlanjutanAbstract
Rendahnya kapasitas ekonomi hijau dan minimnya orientasi kewirausahaan sosial menjadi kendala utama keberlanjutan usaha mikro pada komunitas binaan di Kota Medan, di tengah tekanan degradasi lingkungan dan ketimpangan ekonomi perkotaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas ekonomi hijau dan kewirausahaan sosial mitra melalui pendekatan pendampingan partisipatif selama enam bulan. Metode pelaksanaan meliputi asesmen kebutuhan, sosialisasi dan diskusi kelompok terfokus, pelatihan tematik, pendampingan teknis lapangan, monitoring-evaluasi, serta diseminasi hasil kepada 42 mitra yang tersebar pada empat klaster usaha, yaitu kuliner, kerajinan dan daur ulang, urban farming, serta jasa kreatif digital. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan rata-rata omzet bulanan pada seluruh klaster usaha selama periode pendampingan, serta peningkatan skor kompetensi mitra pada enam dimensi utama, yaitu pemahaman ekonomi hijau, literasi keuangan, literasi digital dan pemasaran, kewirausahaan sosial, pengelolaan limbah, serta jejaring dan kemitraan. Diagram laba-laba (radar chart) memperlihatkan lonjakan skor tertinggi pada dimensi pemahaman ekonomi hijau dan pengelolaan limbah/daur ulang, sejalan dengan penguatan praktik ekonomi sirkular berbasis rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan terstruktur berbasis kolaborasi akademisi, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat mampu mendorong transisi usaha mikro perkotaan menuju model bisnis yang lebih hijau dan berdampak sosial. Program disarankan dilanjutkan dengan skema pendampingan lanjutan serta fasilitasi akses pembiayaan hijau bagi keberlanjutan jangka panjang.
Downloads
References
Amalia, S. (2020). Faktor yang menghambat partisipasi masyarakat pada program bank sampah di kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 17(2), 306–323. https://doi.org/10.31113/jia.v17i2.613
Badan Pusat Statistik. (2026). Sensus Ekonomi 2026 (SE2026): Data sensus ekonomi 2026 jadi modal perkuat UMKM di Indonesia. https://news.detik.com/berita/d-8544412/data-sensus-ekonomi-2026-jadi-modal-perkuat-umkm-di-indonesia
Dees, J. G. (2001). The meaning of social entrepreneurship. Kauffman Center for Entrepreneurial Leadership.
Fadlan, A. (2021). Peran lembaga swadaya masyarakat dalam pemberdayaan ekonomi komunitas marjinal. Jurnal Sosial dan Pembangunan, 6(4), 301–315.
Faried, A. I. (2023). Model ekonomi hijau berbasis pemberdayaan komunitas pesisir di Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 11(2), 145–160.
Faried, A. I., & Hasanah, U. (2022). Kewirausahaan sosial sebagai strategi pengentasan kemiskinan pada UMKM perkotaan. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 9(1), 55–68.
GeTI. (2026, April 3). UMKM sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi tahun 2026. https://geti.id/transformasi-digital-umkm-pilar-pertumbuhan-ekonomi-2026/
Harish, F. (2023, February 28). Commuter Line passengers face service deterioration with plan to retire 10 trains. The Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/indonesia/2023/02/28/commuter-line-passengers-face-service-deterioration-with-plan-to-retire-10-trains.html
Hasanah, U. (2021). Inklusi ekonomi digital bagi pelaku usaha mikro di Kota Medan. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 15(3), 210–224.
Neville, F. G., Drury, J., Reicher, S. D., Choudhury, S., Stott, C., Ball, R., & Richardson, D. (2020). Self-categorization as basis of behavioural mimicry: Experiments in The Hive. PLoS ONE, 15(10), Article e0241227. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0241227
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2011). Towards green growth. OECD Publishing.
Pearce, D., Markandya, A., & Barbier, E. B. (1989). Blueprint for a green economy. Earthscan Publications.
Portal Pemerintah Kota Medan. (2024, November 6). Plt. Wali Kota Medan: Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah. https://portal.medan.go.id/berita/plt-wali-kota-medan-pengelolaan-sampah-bukan-hanya-tanggung-jawab-pemerintah__read4761.html
Prodi Bisnis Digital Umsida. (2026, June 15). Ekonomi digital Indonesia 2026 tembus Rp15.557 triliun, saatnya UMKM naik kelas. https://bisnisdigital.umsida.ac.id/ekonomi-digital-indonesia-2026-tembus-rp15-557-triliun-saatnya-umkm-naik-kelas/
Ramadhan, A. (2025). Strategi peningkatan daya saing UMKM berbasis inovasi produk ramah lingkungan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 13(1), 45–58.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Sembiring, R. (2022). Circular economy dan pengelolaan sampah rumah tangga: Studi pada komunitas urban. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 8(2), 99–112.
Sembiring, R., & Fadlan, A. (2023). Pendampingan sosial berbasis kearifan lokal untuk pengembangan ekonomi hijau. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 33–47.
Septiana Sari, D. (2026). Transformasi digital sebagai katalisator UMKM hijau di kawasan perkotaan. Jurnal Ekonomi Digital dan Kewirausahaan, 4(1), 12–26.
Sholihin, D. (2021). Strategi pembangunan masyarakat kota. CV. Jakad Media Publishing.
UKM Indonesia. (2025). Data UMKM, jumlah dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/data-umkm-jumlah-dan-pertumbuhan-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-di-indonesia
Yunus, M. (2010). Building social business: The new kind of capitalism that serves humanity's most pressing needs. PublicAffairs.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Ilmi Faried, Rahmad Sembiring, Ahmad Fadlan, Aulia Syahputri Sinaga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







