Penguatan Kapasitas Digital Lembaga Burangir melalui Website Edukasi dan Advokasi
DOI:
https://doi.org/10.70340/japamas.v5i1.506Kata Kunci:
kapasitas digital, website, advokasi, perlindungan anak, pengabdian masyarakatAbstrak
Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Burangir menghadapi kendala dalam penyediaan media digital resmi yang mampu menyajikan profil lembaga, program, informasi edukatif, advokasi, dokumentasi kegiatan, kanal relawan, donasi, dan kontak layanan secara terpadu. Kondisi ini menyebabkan akses masyarakat terhadap informasi perlindungan anak dan perempuan belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital Lembaga Burangir melalui pengembangan website edukasi dan advokasi berbasis komunitas. Metode kegiatan dilakukan melalui enam tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan mitra, pengumpulan data kelembagaan, perancangan struktur konten, pengembangan website, validasi bersama mitra, dan pendampingan pengelolaan konten. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah tersedia satu website lembaga yang aktif dan representatif dengan sebelas fitur utama, yaitu beranda, tentang kami, program, isu prioritas, agenda kegiatan, berita dan edukasi, FAQ, testimoni, relawan, donasi, dan kontak. Secara kualitatif, kegiatan ini meningkatkan kapasitas digital mitra dari kondisi belum terintegrasi menjadi lebih terstruktur, informatif, dan mudah diakses. Kontribusi pengabdian ini adalah tersedianya media digital terpadu yang mendukung visibilitas lembaga, edukasi publik, advokasi sosial, akses awal informasi layanan, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam perlindungan anak dan perempuan.
Unduhan
Referensi
Cipriano, M., & Za, S. (2025). Exploring the discourse on digital transformation in nonprofit organizations: A bibliometric analysis. Information & Management, 62(6), 104165. https://doi.org/10.1016/j.im.2025.104165
Guo, C., & Saxton, G. D. (2018). Speaking and being heard: How nonprofit advocacy organizations gain attention on social media. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly, 47(1), 5–26. https://doi.org/10.1177/0899764017713724
Indonesia, U. (2023). Online knowledge and practice of parents and children in Indonesia: A baseline study 2023. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/reports/online-knowledge-and-practice-parents-and-children-indonesia
Innocenti, U. (2025). Childhood in a digital world: Screen time, digital skills and mental health. UNICEF Innocenti. https://www.unicef.org/innocenti/reports/childhood-digital-world
Kuner, C., Svantesson, D. J. B., Cate, F. H., Lynskey, O., Millard, C., & Loideain, N. N. (2017). The GDPR as a chance to break down borders. International Data Privacy Law, 7(4), 231–232. https://doi.org/10.1093/idpl/ipx023
Lovejoy, K., & Saxton, G. D. (2012). Information, community, and action: How nonprofit organizations use social media. Journal of Computer-Mediated Communication, 17(3), 337–353. https://doi.org/10.1111/j.1083-6101.2012.01576.x
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002
Moreno-Cabanillas, A., Castillero-Ostio, E., & Castillo-Esparcia, A. (2024). Digital communication and social organizations: An evaluation of the communication strategies of the most-valued NGOs worldwide. Future Internet, 16(1), 26. https://doi.org/10.3390/fi16010026
Nah, S., & Saxton, G. D. (2013). Modeling the adoption and use of social media by nonprofit organizations. New Media & Society, 15(2), 294–313. https://doi.org/10.1177/1461444812452411
Obadă, D. R. (2024). Predictors of social media users’ intention to donate online towards international NGOs in the fake news era. Humanities and Social Sciences Communications, 11, 530. https://doi.org/10.1057/s41599-024-02900-1
Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Stringer, E. T., & Aragón, A. O. (2021a). Action research (5th ed.). SAGE Publications.
Stringer, E. T., & Aragón, A. O. (2021b). Action research (5th ed.). SAGE Publications.
UNICEF Indonesia. (2023). Online knowledge and practice of parents and children in Indonesia: A baseline study 2023. https://www.unicef.org/indonesia/reports/online-knowledge-and-practice-parents-and-children-indonesia
United Nations. (2024). Child and youth safety online. https://www.un.org/
Verhoef, P. C., Broekhuizen, T., Bart, Y., Bhattacharya, A., Dong, J. Q., Fabian, N., & Haenlein, M. (2021). Digital transformation: A multidisciplinary reflection and research agenda. Journal of Business Research, 122, 889–901. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.09.022
Vial, G. (2019). Understanding digital transformation: A review and a research agenda. The Journal of Strategic Information Systems, 28(2), 118–144. https://doi.org/10.1016/j.jsis.2019.01.003
Waters, R. D., Burnett, E., Lamm, A., & Lucas, J. (2009). Engaging stakeholders through social networking: How nonprofit organizations are using Facebook. Public Relations Review, 35(2), 102–106. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2009.01.006
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Danny Sihombing, Parulian Parulian, Baringin Sianipar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





